Tags

Related Posts

Share This

Pahlawan Revolusi Indonesia Yang Terlupakan

Perang kemerdekaan diwarnai dengan berbagai kisah heroik dan diplomasi panjang hingga mendapatkan kemerdekaan berdaulat secara de facto dan de Jure. Aku hanya setetes dari laut yang mengarus semakin besar menuju kebebasan. Orang Indonesia boleh saja melupakan segala sesuatu mengenai diriku. Mengapa tidak. Salah satu kata-kata Ktut Tantri yang di kutip dari buku 10 November ’45. Mengapa Inggris Membom Surabaya?, oleh Batara R. Hutagalung Oktober 2001. Sampai sekarang namanya tidak masuk dalam daftar pahlawan Indonesia. Sama seperti apa yang ia katakan kepada belanda saat menawarkan uang dalam jumlah besar untuk tidak membantu Indonesia saat berada di Australia.

Nama asli dari Ktut Tantri adalah Muriel Stuart Walker, yang menarik di sini Tantri sendiri lahir di Inggris Glasglow. Ia pindah ke amerika dan menjadi warga negara Amerika. Saat berada di Amerika Ia menonton film Bali: The last Paradise. Setelah menonton film tersebut ia memantapkan hatinya untuk pergi menju Bali. Setelah beberapa waktu ia benar-benar pergi ke Bali untuk pertama kalinya.

Dengan mengendarai Mobil yang ia beli di Batavia, Tantri bersumpah ia akan turun saat bensinya habis dan disanalah ia akan tinggal. Mobilnya berhenti di depan sebuah Istana Raja yang dianggapnya sebuah Pura. Setelah memasuki tempat tersebut malah bertemu dengan Raja wilayah tersebut dan diangkatlah menjadi anak ke 4 yang diberi nama Ktut Tantri.

Ia mulai aktif dalam politik di Indonesia setelah sering berdiskusi dengan Nura, anak pertama dari Raja yang menangngkatnya. Nura sendiri adalah lulusan Leiden dan Heidelberg Jerman. Sepak terjang Tantri sendiri sudah mulai di kenal, salah satu peristiwa yang membuatnya terkenal adalah peristiwa 10 Novermber 1945. Pertempuran-pertempuran yang ia siarkan di radio membuatnya di juluki sebagai Surabaya Sue. Bukan hanya peristiwa tersebut dalam membantu kemerdekaan di Indonesia, saat pendudukan jepang ia juga sudah pernah merasakan dibalik jeruji jepang. Saat peristiwa pemindahan ibu Kota ke Jogja ia pernah bekerja dibawah mentri pertahanan saat itu dijabat oleh Amir Syarifudin. Kontribusinya juga pernah menjebak para penghianat dan sekaligus menuliskan beberapa naskah pidato Sukarno.

Sebuah buklet Surabaya Sue’s Inside Story of Indonesia yang pernah ia tulis menjadikan Australia bersimpati kepada Indonesia. Hal tersebut juga menjadikan hubungan baik Australia dengan Indonesia, selain Australia sendiri salah satu negara awal yang mengakui kedaulatan Indonesia. Misi rahasia pernah ia jalani adalah menggalang dukungan indonesia melalui Singapura, dan berhasil lolos dari blokade tentara belanda. Selain itu dia sendiri pernah satu mobil dengan Tan malaka, tokoh legendaris Indonesia yang pelarianya susah di tangkap oleh barat. Hingga akhir hayatnya ia tinggal di Australia, setelah melewati banyak peristiwa besar sekitar kemerdekaan Indonesia.