Tags

Related Posts

Share This

Gunung Rokatenda Meletus


Keluarkan Abu Vulkanik Setinggi 2000 m.

Kupang,  Gunung Rokatenda di Pulau Palue, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka Pulau Flores, meletus lagi dengan menyemburkan abu vilkanik dan menutup sejumlah desa yang ada di pulau itu.

Seorang warga Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Bertolomeus Pelle, yang dihubungi dari Kupang, Sabtu, mengatakan, letusan dan semburan abu vulkanik itu terjadi sekitar pukul 01.00 WITA dan kali ini sangat dahsyat karena diikuti oleh gempa bumi.

“Kejadiannya kurang lebih Sabtu dini hari tadi sekitar puku 01:00 WITA. Saya kaget dan bangun lihat, kepulan letusan sudah membubung tinggi,” kata Pelle.

Dia mengatakan, akibat letusan dan semburan itu, Dusun Awa Male, Desa Nitunglea yang dihujani semburan kerikil dan abu vulkanik.

“Saya bandingkan dengan sebelumnya, letusan pagi tadi lebih besar dan lebih berbahaya. Dua Desa seperti Desa Lidi dan Keso Koja masih nampak ada kebakaran dan asap hingga pagi ini,” katanya.

Warga lain dusun itu, Markus Mego, juga mengaku hal serupa. “Kami belum bisa memastikan ada korban jiwa dari letusan ini. Namun, hewan peliharaan dan tumbuh-tumbuhan tak dapat hidup dengan baik dan sehat,” katanya.

Gunung Rokatenda termasuk gunung berapi yang aktif di Lingkar Cincin Api pegunungan berapi Indonesia. Gunung tipe stratovolkano ini terakhir meletus pada Juni 2013 lalu sehingga warga setempat harus diungsikan dari dusun-dusun mereka ke tempat aman.

Source

 

Tiga Orang Meninggal, Dua Hilang

Kupang – Gunung Rokatenda di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), selama ini menghembuskan debu akhirnya meletus mengeluarkan lahar panas pada Sabtu (10/8/2013) pukul 04.27 Wita.

Hujan abu lebat menutupi tiga desa antara lain Desa Tuanggeo, Rokirole, dan Nitunglea di Kecamatan Palue. Lahar panas Gunung Rokatenda yang mengalir itu menelan nyawa tiga orang. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Tini Thadeus di Kupang, Sabtu, (10/8) siang.

Lahar panas yang mengalir dari Woje Wubi hingga sampai ke pantai Cua, yang paling parah terjadi di Ko’a Desa Rokirole dan Desa Nitunglea. Selain abu menutup tiga desa, lima warga Desa Rokirole dikabarkan menghilang akibat letusan tersebut. Sabtu (10/8) siang tiga orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan dua orang lainnya masih dalam pencarian Tim SAR.

Korban yang meninggal dunia itu antara lain: Aloysius Lala (65), Wea Lala (58), Petrus Ware (69). Sedangkan dua orang yang belum ditemukan adalah Lengga (5) dan Pio (7). Mereka diduga tersapu lahar panas saat tertidur di pantai Punge, Desa Rokirole, jelas Tini Thadeus.

Menurut Wakil Bupati Sikka, Paolus Nong Susar, Pemerintah daerah sejak pagi tadi telah melakukan bantuan dan mengirim tim evakuasi warga yang masih bertahan di darah Gunung Rokatenda. “Pemerintah dan semua elemen telah menuju ke Palue dalam rangka melakukan proses evakuasi dan memberikan bantuan kemanusian,” kata Nong Susar.

Sampai sore ini, Kepala Pos Pengawas Gunung Api Rokatenda, Fransiskus Wangge, belum berhasil dihubungi.

Source