Mengenal SAE

Sutiaji adalah Wakil Walikota Malang yang maju dalam Pilkada tahun ini sebagai calon Walikota Malang. Berbeda dengan Pilkada tahun sebelumnya yang hanya sebagai calon Wakil Walikota. Sutiaji sendiri merupakan pria kelahiran Lamongan. Namun sudah menetap lama di Jl. MT Haryono V/254 Dinoyo, Lowokwaru semenjak beliau kuliah di IAIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Sekarang: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang). Koalisi SAE Beliau kuliah di Fakultas Tarbiyah (FT) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan bergerak aktif sebagai aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Malang, dan merupakan salah satu pengagas Rayon Fakultas Tarbiyah FT UIN Malang Maulana Malik Ibrahim. Setelah lulus beliau juga aktif di beberapa organisasi selaku Koordinator BKM Lowokwaru, lalu menjadi Sekretaris MWC NU Lowokwaru, kemudian ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris NU Cabang Kota Malang Beliau sempat menjadi Wakil Ketua NU Cabang Kota Malang 2011-2016, dan kemudian menjadi Ketua Fraksi PKB di DPRD Kota Malang. Dimana beliau pernah menjadi Wakil Ketua DPC PKB Kota Malang 2013-2018. Beliau juga pernah menjadi Bendahara Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang dan menjadi Koordinator Forum Komunikasi Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kota Malang. Jabatan terakhir sebelum ia menjadi Wakil Walikota Malang, ia pernah menjadi Anggota DPRD Kota Malang Fraksi PKB. Sementara itu, pendamping Sutiaji dalam helatan Pilkada Kota Malang 2018 yakni Sofyan Edi Jarwoko, beliau merupakan Ketua DPC Partai Golkar Kota Malang. Sofyan bisa dibilang merupakan kader terbaik dari Partai Golkar Kota Malang, rekanan dari Anggota DPR RI, Ridwan Hisjam. Pria alumnus Universitas Merdeka Malang, pernah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Pria asli Malang dan sejak mahasiswa aktif di organisasi dan komunitas yang berhaluan nasionalis, oleh karenanya mendapat julukan ‘Bung’ sebagai sapaan akrabnya. Di Pilkada Kota Malang 2013 lalu, Sofyan Edi Jarwoko menjadi sebagai Calon Wakil Wali Kota Malang, berpasangan dengan Heri Pudji Utami sebagai Calon...

Drone Untuk Kemanusiaan...

UAV (Unmanned Aerial Vehicles) atau yang biasa dikenal dengan sebutan “Drone” adalah sebuah alat bantu dengan teknologi khusus yang tidak lagi membutuhkan pilot di kokpit. Karena pilot yang mengendalikannya berada di darat. Mesin-mesin terbang ini memiliki bentuk dan ukuran bermacam-macam, dan semuanya memiliki tugas dan kegunaan yang berbeda-beda. Sampa saat ini rekor penjualan UAV mencapai angka US$ 8 Milyar dalam 10 tahun terakhir. Meski demikian, perkembangan drone bukan berarti tanpa kontroversi. Selama beberapa tahun terakhir, drone telah mewarnai headline berita di seluruh penjuru dunia, saat ini hampir seluruh negara yang melakukan aktivitas perang menggunakan drone untuk semua operasi militer serta serangan udara yang mengakibatkan banyak korban warga sipil tak berdosa. Inilah yang menyebabkan masyarakat mengkaitkan drone sebagai sebuah senjata, mesin pembunuh tanpa wajah yang kejam dan tak pandang bulu dalam membunuh siapa saja dalam sebuah medan perang. Tetapi dalam kenyataannya, drone juga melakukan banyak tugas lain, dan tak satupun dari misi dan tugas ini yang berkaitan dengan menyakiti atau bahkan membunuh orang. Drone-drone “non-killer” ini digunakan pada beberapa bidang industri dan membantu banyak pekerjaan manusia dan juga bisa memberikan sebuah revolusi pada ekonomi dan gaya hidup kita yang kita impikan beberapa tahun lalu. PERTANIAN Bercocok tanam dan beternak adalah salah satu pekerjaan yang sulit, semakin sulit ketika sang petani atau pemilik ladang dan peternakan besar harus berjalan jauh untuk memeriksa ladang, tanaman dan hewan ternaknya. Drone melewati lamanya waktu yang dibutuhkan, jalanan berlumpur dengan terbang ke udara dan melihat apakah ada tanda-tanda penyakit pada hewan, memeriksa tanaman dan bahkan menyemprotkan pestisida dan pupuk. Ini tak hanya menghemat waktu dan tenaga petani namun juga membantu petani agar tidak terlalu banyak menggunakan kendaraan bermotor yang mana sama dengan mengurangi emisi yang dikeluarkan ke udara, ya drone juga membantu menyelamatkan Bumi kita. Drone juga membantu petani mengawasi...

7.140 Butir Telur Bebek Tak Berdokumen Disita Polisi...

BALI – Petugas Polsek Gilimanuk, Bali, menyita sebanyak 7.140 butir telur di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Telur-telur ini kami amankan karena tidak dilengkapi dengan dokumen atau sertifikat kesehatan karantina hewan daerah asal. Kapolsek Gilimanuk, Kompol I Nyoman Subawa mengatakan, telur sebanyak 7.140 butir itu dibawa oleh Imam Nawawi (40) asal Banyuwangi, Jawa Timur yang diangkut dengan sepeda motor roda tiga dengan nomor polisi P 3443 WU. “Telur-telur ini kami amankan karena tidak dilengkapi dengan dokumen atau sertifikat kesehatan karantina hewan daerah asal. Telur ini dari Banyuwangi yang rencananya akan dikirim ke Singaraja, Buleleng,” kata Nyoman pada Sabtu (5/5/2018). Dia menuturkan, yang dilakukan sopir tersebut telah melanggar Undang-Undang No 16/1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. “Bahwa setiap pengiriman hewan, ikan dan mikroorganisme pengganggu tumbuhan bahan asal hewan dan ikan, hasil bahan asal hewan dan ikan antarpulau harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan dari Kantor Karantina asal. Atas perlanggarannya, maka kami amankan pengendara dan barang bukti di Unit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk untuk diproses lebih lanjut. Rencananya kami akan limpahkan ke Kantor Karantina Hewan Wilayah kerja...