Presiden Bersandal Jepit...

Presiden Joko Widodo tampil beda saat berada di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Desa Jatireja, Subang, Jawa Barat, Jumat (26/12/2014). Dia dan Ibu Negara Iriana terlihat super santai. Seusai melaksanakan salat zuhur, Jokowi berjalan menuju halaman masjid tempat, menemui para santri yang tengah berkumpul. Semua mata pun tertuju kepada Presiden yang mengenakan kemeja putih itu. Mereka melihat Presiden melenggang dengan sendal jepit merek Swallow. Pun pandang Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan yang mengarah kaki dan penampilan Presiden. Selain cuma mengenakan sandal, Jokowi terlihat menggulung lengan kemeja panjangnya. Jokowi tak peduli lirikan sekitarnya. Dia mantap berdiri meski hanya berbalut sandal. Jokowi lantas memberi salam dan membuat permainan tebak-tebakan. Sejumlah pertanyaan ia ajukan kepada lima santri, termasuk guru dan warga. Pria kelahiran Solo itu pertama kali memanggil seorang bocah bernama Mei untuk maju ke depan. “Ayo mei, sebutkan dua tanaman yang bisa ditanam di sawah atau ladang,” tanya Jokowi di halaman masjid pondok pesantren Al-Ishlah. “Padi dan jagung,” jawab bocah 8 tahun itu. Tak disangka, Jokowi langsung memberi satu sepeda kepada bocah berkerudung pink itu. Mei berkaca-kaca menerima hadiah. Para santri lainnya heboh dan berebut mengacungkan tangan demi mendapatkan empat sepeda lainnya. Seusai acara, Jokowi berpamitan lalu meninjau Sodetan Tarum Timur di Desa Kiarasari dan pembangunan Jalan Tol Cikampek-Palimanan di Kampung Cilameri, Desa Cisaga....

Aktivis Petani Eva Bande Segera Dibebaskan...

Selain berbicara mengenai penanganan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masa lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Peringatan Hari HAM se Dunia, di Istana Yogyakarta, Selasa (9/12) juga menyinggung mengenai nasib aktivis HAM asal Palu, Sulawesi Tengah, Eva Susanti Hanafi Bande. Presiden berjanji akan segera membebaskan Eva Bande dari jeruji penjara karena menjalani hukuman 4 (empat) tahun penjara sebagai buntut membela para pengunjuk rasa di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. “Saya berharap sebelum Hari Ibu, Saudar Eva bebas berkumpul dengan suami dan keluarga,” kata Presiden Jokowi. Presiden Jokowi mengaku memperoleh informasi, bahwa Eva Bande telah menggerakkan petani yang melawan ketidakadilan. Saat ini, lanjut Presiden, Eva Bande dalam proses mengajukan permohonan grasi. “Saya sedang mempertimbangkan untuk mengabulkan permohonan grasi tersebut,” ujarnya. Namun tentu saja, kata Presiden, grasi Eva Bande harus menunggu proses lebih lanjut, termasuk menunggu pertimbangan dari Mahkamah Agung. “Tetapi Insya Allah pada peringatan Hari Ibu nanti Saudari Eva Bande moga-moga bisa bebas dan bisa berkumpul dengan suami serta putra-putrinya,” tutur Kepala Negara. Eva Bande merupakan aktivis yang aktif memperjuangkan hak petani, HAM, dan demokrasi sejak 1998. Namun, istri dari Moh Syafei yang dikaruniai tiga anak ini menjalani hukuman 4 tahun penjara. Eva divonis bersalah menghasut para petani pengunjuk rasa yang berujung pembakaran aset perusahaan milik PT KLS, di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Eva dan 2 aktivis petani, dituduh sebagai dalang dan pelaku pembakaran alat-alat berat pada kasus unjuk rasa tersebut. Eva sudah cukup lama mendekam di dalam penjara karena Mahkamah Agung (MA) menolak Kasasi yang diajukannya. MA melalui putusan No.1573/K/Pid/2011, 2 April 2013, menguatkan putusan Pengadilan Negeri Luwuk No.178/PID.B/2010/PN.Lwk, 12 November 2010, tuduhan Pasal 160 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, termasuk penghasutan. Ikut mendampingi Presiden Jokowi dalam Peringatan Hari HAM se Dunia 2014 itu antara lain Menteri Hukum dan HAM Yasonna...

Sidoarjo Dalam Status Siaga Darurat Luapan Lumpur Lapindo...

Sidoarjo – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sidoarjo Dwijo Prawito mengatakan hasil rapat koordinasi Badan Penaggulangan Lumpur Sidoarjo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sidoarjo, Kepolisian Resor Sidoarjo, dan Komando Daerah Militer Sidoarjo menetapkan Kabupetan Sidoarjo dalam status siaga luapan lumpur Lapindo. “Status siaga darurat terhadap bencana lumpur Lapindo ini ditetapkan sejak tadi malam,” kata Dwijo seusai rapat, Selasa, 2 Desember 2014. Alasannya, kata dia, hujan yang mulai turun di daerah Sidoarjo dan sekitarnya menyebabkan volume lumpur dalam kolam penampungan makin meninggi. Di beberapa titik, luberan lumpur telah mencapai bibir tanggul. Bahkan tanggul di titik 73B, Desa Kedungbendo, telah jebol. “Apalagi BPLS belum bisa memperkuat tanggul karena dihalang-halangi warga,” ujarnya. Menurut Dwijo, rapat memutuskan ada dua kegiatan yang akan dilakukan oleh BPLS. Pertama, memperkuat tanggul dengan menyedot lumpur yang berada di kolam penampungan. Kedua, persiapan rencana kegawatdaruratan oleh BPBD Sidoarjo. “Dua rencana ini harus segera dipersiapkan,” tuturnya. Rencana pertama telah dilakukan sejak Selasa, 1 Desember 2014. BPLS mulai berupaya mengurangi volume lumpur di kolam penampungan di titik 34 dan titik 35, Desa Pajarakan, untuk mencegah luberan. Lumpur di titik 34 dan 35 itu disedot untuk kemudian dialirkan ke Kali Porong yang ada di sisi selatan. Namun, dari empat mesin pompa penyedot lumpur yang dioperasikan, baru satu yang dipakai “Pengerukan lumpur juga akan dilakukan,” kata Dwijo. Dari pantauan Tempo di lapangan, beberapa backhoe dan eskavator sudah didatangkan ke tanggul. Alat-alat berat itu akan mengeruk lumpur di titik 21, Desa Siring....