“SuperKids Indonesia” Dari Desa Bungkam Juara Dunia...

Belum lama ini, Sao Paulo, Brasil, dikejutkan oleh 12 anak-anak kampung dari Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang berlaga untuk mewakili Indonesia (Garuda Muda) dalam final Danone Nations Cup (DNC) 2014. Mereka disebut “Superkids Indonesia” karena postur tubuh yang kecil. Namun, meski berpostur kecil, mereka mampu membungkam grup-grup raksasa persepakbolaan dunia, seperti Afrika Selatan, yang telah dua kali membawa Piala DNC, atau Perancis, yang berhasil dikalahkan anak-anak ini lewat drama adu penalti. Padahal, selama ini, Perancis adalah tim yang paling disegani dan ditakuti di DNC 2014. “Saat awal datang ke Brasil banyak yang kurang peduli terhadap Garuda Muda Indonesia karena tubuh mereka kecil. Tapi, begitu berhasil mengalahkan Afrika Selatan, terutama Perancis, mereka terkesima. Bahkan, pelatih Perancis menjuluki anak-anak ini ‘Superkids Indonesia’, yang diikuti oleh tim lainnya memanggil ‘Superkids Indonesia’,” ujar pelatih M Ridwan, Rabu (26/11/2014). Meski anak-anak ini begitu terkenal dalam persepakbolaan dunia, belum banyak masyarakat Indonesia yang mengenalnya. Anak-anak ini tergabung dalam sekolah sepak bola (SSB) asal Purwakarta, Jawa Barat, Asad 313 Purwakarta, asuhan Manajer Alwi, pelatih M Ridwan, dan Kepala SSB Asad, Ahmad Arif Imamulhaq. Belasan anak ini terkumpul atas tekad Alwi mengumpulkan anak-anak pelosok di Jawa Barat yang berpotensi dalam sepak bola. Alwi ingin anak-anak kurang mampu dan tidak memiliki akses terhadap SSB ikut bergabung dan berlatih bersama untuk menyalurkan kemampuannya. Tekad Alwi ini ditangkap oleh pelatih M Ridwan. Tak berapa lama, M Ridwan pun mulai berkeliling untuk melakukan pencarian. “Saya mencari ke beberapa tempat, seperti pelosok Purwakarta, Karawang, Subang, hingga Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ternyata saya mendapatkannya memang dari pelosok, seperti Subang dari Purwodadi, KBB dari Saguling, dan Karawang dari Teluk Jambe,” ucap Ridwan. Dari pencariannya, Ridwan berhasil mengajak lima anak dari Purwakarta untuk bergabung, dan sisanya dari KBB, Subang, dan Karawang. “Mereka rata-rata dari keluarga kurang mampu, seperti Yadi Mulyadi,...

Seluruh warga Desa Kinokot Nunukan Pindah Kewarganegaraan Malaysia...

Kabar tak enak datang dari kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Seluruh warga Desa Kinokot, Nunukan, Kalimantan Utara pindah kewarganegaraan Malaysia. Mereka memilih Malaysia karena merasa lebih diperhatikan. “Warga desa ini seluruhnya 100 persen memilih menjadi warga negara Malaysia,” kata Anggota DPRD Nunukan, Ramli dalam keterangannya, Kamis (13/11/2014). Politisi PAN ini mendapat laporan setelah mengunjungi kawasan perbatasan bersama kolega di DPRD pada Rabu (12/11). Mereka berdialog dengan masyarakat di sana. Didapatlah informasi soal Desa Kinokot itu. “Wilayah itu memang dekat dengan Malaysia, kawasan Sabah. Ini sejak lama masyarakat di desa itu memang kerja di Malaysia di perkebunan,” jelas Ramli. Yang merisaukan, desa yang masuk wilayah Indonesia itu tentu bisa diklaim menjadi milik Malaysia. Apalagi berada di zona perbatasan dan penduduknya sudah memegang warga negara Malaysia. “Ini soal kesejahteraan. Dengan Malaysia mereka mendapat suplai gaji, fasilitas pendidikan semua disiapkan negara Malaysia,” tutup dia....