Tahun Ini Muslim Israel Menuaikan Ibadah Haji Melalui Jalur Udara...

Warga Muslim Israel yang hendak melakukan ibadah Haji kini sudah bisa terbang dalam kelompok ke kota Arab Saudi terdekat, yaitu Jeddah, melalui ibu kota Jordania, Amman. Sebelumnya satu-satunya pengaturan bagi kelompok-kelompok terorganisasi Muslim Israel yang mau naik haji adalah lewat darat dengan menggunakan bus melalui Jordania. Harian Israel, Haaretz, Minggu (7/9/2014) lalu melaporkan bahwa kelompok perdana yang terdiri dari 766 penumpang pesawat akan terbang dengan menggunakan penerbangan carter yang diselenggarakan Milad Aviation dari Ramle pada akhir September ini. Mereka akan menggunakan pesawat Royal Jordanian Airlines dan anak perusahaannya, Royal Wings. Perjalanan pulang-pergi itu bertarif sekitar 600 dollar AS atau sekitar Rp 7.055.400 (kurs Rp 11,759 untuk setiap 1 US$). “Serangkaian kontak dengan pihak berwenang Jordania dan Israel telah berlangsung selama sekitar tiga tahun, dalam rangka mengatur perjalanan bagi kaum beriman dari Israel ke Arab Saudi untuk pertama kalinya,” kata Ibrahim Milad, pemilik dan CEO Milad Aviation. “Selama periode itu, saya mengunjungi Jordania sekitar 100 kali untuk mendapatkan semua persetujuan yang diperlukan.” Perusahaan Milad berencana untuk mengatur penerbangan sepanjang tahun, katanya, seraya menambahkan, sekitar 4.000 Muslim Israel setiap tahun melakukan ziarah ke Arab Saudi. Pemerintah Jordania telah berusaha untuk meningkatkan kapasitas penerbangan mingguan antara Tel Aviv dan Amman dari saat ini 1.500 menjadi 1.700, tetapi Israel menolak permintaan tersebut. Banyak warga Israel telah menggunakan layanan Royal Jordanian melalui Amman untuk menyambung ke tujuan lain di seluruh dunia. Setelah pecahnya permusuhan antara Israel dan Hamas dan sekutunya di Gaza pada Juli lalu, Royal Jordanian menangguhkan layanan, tetapi penerbangan kemudian dilanjutkan. Maskapai penerbangan Israel, Arkia Airlines, juga terbang di rute Tel...