Babad Diponegoro Diterbitkan Malaysia dan Belanda Tapi Tidak di Indonesia...

Babad Diponegoro adalah naskah kuno yang berisi kisah hidup Diponegoro atau perang Diponegoro. Menurut sejarawan asal Inggris, Peter BR Carey, ada beberapa penulis yang menuliskan kisah hidup Diponegoro dan perang Diponegoro itu, termasuk Pangeran Diponegoro sendiri. “Ada naskah yang mungkin tidak ditulis tapi didiktekan, diceritakan oleh Diponegoro, pada 1 orang juru tulis yang membuat 1 bentuk macapatan dari Babad, itu ditulis di Manado (tempat pengasingan Diponegoro) antara bulan Mei 1831 dan Februari 1832, 9 bulan. Dan itu diakui oleh PBB,” kata Prof Peter Brian Ramsey Carey menjawab pertanyaan detikcom tentang berapa versi Babad Diponegoro sebenarnya. Hal itu disampaikan dia usai peluncuran dan bedah buku “Strategi Menjinakkan Diponegoro” yang ditulis sejarawan Saleh As’ad Djamhari di Freedom Institute, Jalan Proklamasi 41, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2014) malam. Naskah yang diakui UNESCO, diceritakan dari mulut Diponegoro sendiri itu ada 2 naskah. Naskah satu berbahasa Belanda dan naskah kedua dalam aksara pegon berbahasa jawa. Ada pula naskah ‘Babad Diponegoro’ tentang perang Diponegoro yang dituliskan Yosodipuro II dari Keraton Surakarta. Nah, Peter awalnya menawarkan naskah yang dituliskan Keraton Surakarta ini kepada penerbit di Indonesia, tapi tak ada satupun yang tertarik menerbitkannya. Jadi, dia pun menawarkan ke penerbit di Malaysia. “Iya, saya tidak tahu di sini, tapi itu diterbitkan di Malaysia,” jelas dia. Peter mengilustrasikan, bila sekarang pergi ke toko buku di Indonesia, di bagian sastra atau novel, maka orang akan mendapati berbagai macam judul karya sastrawan Inggris, William Shakespeare. Namun, ironis, naskah Nusantara seperti ‘Babad Diponegoro’ malah tidak ada sama sekali. “Terbit di Malaysia dan terbit di Belanda. Di Indonesia belum ada, harus diterbitkan kembali,” imbau sejarawan lulusan Trinity College Oxford dan Universitas Cornell, AS ini. Sedangkan untuk diakui UNESCO, naskah versi kisah tutur langsung dari Diponegoro, mantan Mendikbud Wardiman Djojonegoro dibantu Prof Peter Brian Ramsey Carey dari Trinity College,...

Candu Dalam Pergerakan Perjuangan Kemerdekaan RI Aug24

Candu Dalam Pergerakan Perjuangan Kemerdekaan RI...

Candu adalah getah bahan baku narkotika yang diperoleh dari buah tanaman Papaver somniferum L. atau P. paeoniflorum yang belum matang. Candu dalam istilah umum disebut sebagai opium yang berasal dari bahasa latin apion. Orang Jawa menyebutnya apyun apabila masih mentah dan candu atau madat apabila sudah matang. Bila candu diracik dan dicampur bahan lain seperti daun awar-awar, kecubung atau lengkeng disebut dengan tike. Candu berasal dari Asia Barat dan penyebarannya dilakukan oleh orang Arab sejak sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW. Candu juga menjadi komoditas unggulan dimasa kolonial. Umumnya orang Tionghoa yang memegang peranan penting dalam perdagangan candu di Hindia Belanda. Pada masa revolusi, Indonesia mengalami blokade ekonomi dari sekutu yang membuat pemerintah RI tdk dpt melakukan kegiatan perdagangan internasional dan menghancurkan perekonomian di Indonesia. Blokade ini memaksa pemerintah RI melakukan penyelundupan hasil-hasil perkebunan ke luar negeri terutama Singapura. Hasil-hasil perkebunan yang diselundupkan tentunya kurang mencukupi kebutuhan dana perjuangan, sehingga pemerintah RI pun harus menyelundupkan candu di antara hasil” perkebunan. Candu dianggap sebagai komoditas yang dapat memberi dana segar yg besar dan cepat. Menteri Keuangan RI Mr. A.A. Maramis meminta Kepolisian utk membantu memperdagangkan candu yang akan digunakan untuk membiayai delegasi Indonesia ke luar negeri, membiayai delegasi Indonesia di Jakarta, dan memberi gaji pegawai” RI. Selain itu, candu juga digunakan untuk membeli peralatan senjata yang diharapkan dapat menambal kekurangan senjata yang hanya berasal dari rampasan persenjataan tentara Jepang. Untuk itu Pemerintah membentuk kantor” regi candu di beberapa kota, diantaranya Kantor Regi Candu dan Garam di Kediri, Kantor Besar Regi Candu dan Garam di Surakarta, dan Kantor Depot Regi Candu serta Obat di Yogyakarta. Kantor-kantor ini mulai aktif di akhir tahun 1947. Kedudukan Kantor Regi Candi dan Garam di Surakarta lebih tinggi dibandingkan dengan Kantor Regi Candu dan Garam Kediri serta Kantor Depot Regi Candu dan...

Silent Heroes – 100% Indonesia Aug23

Silent Heroes – 100% Indonesia...

Greenpeace meluncurkan empat film dokumenter bertemakan Silent Heroes untuk mendukung kampanye “100 Persen Indonesia”. Empat film pendek ini ingin menyentil pemerintah yang dianggap Greenpeace kurang serius menangani persoalan pencemaran, keadilan energi untuk anak bangsa, konflik lahan, dan perlindungan sumber kesejahteraan masyarakat dibandingkan dengan kepentingan perusahaan. Film ini dimulai dari kisah Een Irawan Putra yang menunjukkan betapa kritisnya Ciliwung yang selama ini menjadi sumber air baku masyarakat Jakarta dan sekitar. “Kita ingin berbuat, semampu kami sebagai warga negara dengan bermodalkan keikhlasan waktu dengan meluangkan tiga jam perminggu. Jika itu dilakukan oleh seluruh warga negara maka selesai masalah lingkungan,” kata Een di Jakarta Jumat malam. Film pendek kedua bercerita tentang Suku Dayak Iban di Sungai Utik, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat yang diselimuti kegelapan di malam hari. Masyarakat Sui Utik yang hidup dengan mempertahankan budaya serta hutan adatnya, dihadiahi nol elektrifitas oleh pemerintah. Kemudian film dilanjutkan dengan cerita Opung Putra yang berjuang mempertahankan Hutan Kemenyan di Desa Padumaan dan Sipituhuta yang menjadi sumber kesejahteraan masyarakat adat sejak 13 generasi lalu. Film ditutup dengan kisah Mama Dian yang tak gentar pada aparat yang menakut-nakuti masyarakat dengan muntahan senapan saat menolak pertambangan di Pulau Bangka, Sulawesi Utara. “Kita ingin refleksikan, banyak hal dari empat film tadi. Tapi yang saya garis bawahi itu adanya hubungan gelap yang menjadi kebiasaan buruk, relasi antara pemerintah dan pengusaha yang melahirkan perbuatan atau kebiasaan buruk seperti menggusur, merusak. Dan masalah ini harus diselesaikan,” kata Arifsyah Nasution, Juru Kampanye Greenpeace Indonesia menjelaskan alasan pembuatan film pendek bertemakan ‘Silent Heroes’. “Kita melihat masih ada harapan dan nilai-nilai yang masih bisa diperjuangkan bersama. Dan ternyata banyak pejuang yang jauh dari liputan media,” tambahnya lagi. Kampanye 100 Persen Indonesia itu mencoba mendesak pemerintah untuk membangun pembangunan berkelanjutan di Indonesia. “Kami ingin pastikan kepada Presiden Terpilih Jokowi harus...

Putusan Final, Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019...

  MK Sebut Klaim Menang Prabowo-Hatta Tak Terbukti Jakarta – Mahkamah Konstitusi menyatakan klaim menang Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tak terbukti. Pasalnya mereka menyebut mendapatkan 67.139.153 suara dan Joko Widodo-Jusuf Kalla hanya mendapatkan 66.435.124 suara. “Tidak ada bukti yang dapat meyakinkan mahkamah kalau suara pemohon berkurang dan suara terkait bertambah,” kata Hakim Konstitusi Muhammad Alim dalam persidangan di MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014). Menurut MK, saksi yang dihadirkan tim hukum pasangan nomor urut 1 tidak mampu menunjukkan kebenaran hasil penghitungannya itu. Akibatnya MK tak dapat menerima klaim kemenangan Prabowo-Hatta. “Dengan demikian menurut mahkamah, secara hukum dalil pemohon tidak beralasan,” katanya. Seperti diketahui Prabowo-Hatta menolak hasil rekap suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum. Mereka menilai KPU keliru karena telah memenangkan Jokowi-JK dengan jumlah suara sebesar 70.997.833, sementara Prabowo-Hatta hanya meraih 62.576.444 suara saja. Source   Majelis Hakim MK Tolak Dalil Kubu Prabowo Soal Kecurangan di Papua Sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) kembali dilanjutkan pasca diskors selama 1 jam. Hakim MK Patrialis Akbar menjelaskan dalil pemohon (Prabowo-Hatta) terkait dugaan kecurangan di Kabupaten Sarmi, Papua. “Dalil pemohon tidak benar bahwa ada pengalihan suara dari pemohon ke pasangan calon lainnya,” kata Patrialis saat membacakan berkas putusan dalam sidang MK, Jl Medan Merdeka Barat, Kamis (21/8/2014) malam. Sidang dilanjutkan pukul 19.10 WIB. Menurut Patrialis, tak ada keberatan dari kedua saksi saat rekapitulasi penghitungan suara. Hal tersebut menunjukkan tak ada bukti kuat untuk mengabulkan dalil pemohon. “Tidak ada keberatan dari kedua saksi,” tuturnya. Selain masalah pengalihan suara, mahkamah juga menolak dalil kubu Prabowo-Hatta terkait dugaan pelanggaran dari panitia pelaksana pemilu. Anggota KPPS di TPS di kabupaten Sarmi diduga telah melakukan pencoblosan terhadap surat suara dengan ‘ilegal’. “Dalil pemohon terbantahkan saat saksi pihak termohon bernama Imam menyatakan tidak ada pencoblosan surat suara yang dilakukan oleh petugas,”...

Hari Ini Beredar Mata Uang Baru NKRI...

Uang baru NKRI akan segera terbit dan diedarkan. Bank Indonesia (BI) akan mengedarkan uang NKRI pecahan Rp 100.000 yang baru pada hari ini 18 Agustus 2014. Sementara itu BI merilis foto gambar uang NKRI pada Kamis 14 Agustus 2014 kemarin. Meski sebelumnya telah beredar gambar uang NKRI yang baru dalam berbagai pecahan, namun dalam situs resmi BI terlihat bahwa desain uang kertas baru tak beda dengan pecahan lama yang sudah dikenal masyarakat dalam lima tahun terakhir. Di dua sisi, masih ada gambar sosok Soekarno-Hatta dan gedung MPR/DPR. Bahan untuk pecahan baru tersebut adalah serat kapas berukuran 151 milimeter X 65 milimeter. Mengenai gambar uang baru yang sebelumnya beredar, BI membantah jika gambar uang NKRI yang selama ini beredar dimasyarakat adalah uang baru yang dimaksud. Pasalnya gambar uang NKRI yang beredar merupakan contoh redenominasi. Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Pieter Yakobs mengatakan bahwa uang yang sebelumnya beredar gambarnya adalah contoh slide presentasi konsultasi publik tentang redenominasi. Lebih lanjut Pieter Yakobs mengungkapkan jika uang NKRI baru tidak mengalami pemotongan angka nol seperti yang terlihat pada gambar yang beredar. Uang NKRI baru pecahan seratus ribuan yang dirilis BI Kamis (14/8) kemarin dibandingkan dengan yang beredar sekarang, tidak banyak perubahan. Ciri pembeda adalah pencantuman frasa “Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Kemudian tanda tangan Menteri Keuangan Chatib Basri dan Gubernur BI Agus Martowardojo. Itu untuk menegaskan makna filosofis rupiah sebagai simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan seluruh masyarakat Indonesia. Kemudian, setiap transaksi keuangan di Tanah Air wajib menggunakan rupiah. Sesuai amanat UU Nomor 7 Tahun 2011, bank sentral wajib mengedarkan desain uang baru pada perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-69. Uang lama perlahan akan ditarik dan tetap berlaku hingga sepuluh tahun ke depan. Rencananya, BI akan mengganti seluruh pecahan, hingga yang terkecil Rp 1.000, secara bertahap. Terkait waktu dan...