Negara Agraris Yang Sayurpun Masih Impor...

Selama tahun 2013 ternyata impor sayuran dari Cina masih mendominasi di Indonesia. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Aktual.co, Senin (10/2) impor sayuran asal Cina sepanjang 2013 mencapai 502 ribu ton. Sedangkan nilainya mencapai USD 423,95 juta. Selain dari Cina, Indonesia juga impor sayuran dari Myanmar sebanyak 51,32 ribu ton. Nilai dari impor tersebut mencapai USD 47,87 juta. Sedangkan impor dari India juga masih bisa dibilang tinggi, yakni mencapai 63,74 ribu ton. Nilainya sebesar USD 38,57 juta. Untuk impor dari Australia mencapai 36,37 ribu ton, nilainya sebesar USD 29,8 juta. Impor dari Kanada sebanyak 37,43 ribu ton, dengan nilai USD 20,18 juta. Sementara impor dari negara lainnya sebanyak 115,59 ribu ton, nilainya mencapai USD 80,29 juta. Sehingga total impor Indonesia mencapai 807,33 ribu ton. Untuk nilainya sebanyak USD 640,75 juta....

Kehilangan Pil Ekstasi, Tiga Warga Ini Lapor ke Polisi...

Tiga warga Makassar melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Makassar karena kehilangan tiga butir pil ekstasi, Kamis (6/2/2014). Menurut Kepala Unit 2 Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, ketiga orang itu, masing-masing William (25), Beni (32), dan Dian (21), sebelumnya berpesta narkoba di salah satu ruang karaoke di sebuah hotel di Makassar. Usai berpesta sabu, Beni membeli tiga butir ekstasi kepada William seharga Rp 900.000. “Tapi, tiga butir ekstasi itu hilang dan tidak ada yang mengaku dari ketiganya mengambil. Sehingga, ketiganya datang ke SPKT Polrestabes Makassar melaporkan kehilangan tiga butir ekstasi itu. Saat diperiksa tas William, ditemukan alat isap sabu (bong), aluminium foil, korek gas. Ternyata, sebelumnya ketiga berpesta sabu dan hendak dilanjutkan pesta ekstasinya,” ungkap Irfan. Saat ini ketiganya masih diperiksa di Satuan Narkoba Polrestabes Makassar. Selain barang bukti alat isap sabu, polisi juga menyita sementara waktu enam buah ponsel ketiganya. “Barang bukti alat isap dan urine ketiganya sudah kita bawa ke Labfor untuk diteliti. Kita sementara tunggu hasilnya pemeriksaan labfor, guna penyidikan lebih lanjut,” tambahnya...

Singapura Protes Nama KRI Usman Harun...

Menamai sebuah kapal laut dengan nama pahlawan bukanlah hal yang aneh. Namun, seringkali, pahlawan di sebuah negara justru merupakan musuh di negara lain. Hal inilah yang mendasari keprihatinan Singapura terhadap Indonesia atas penamaan kapal TNI Angkatan Laut yang baru saja diluncurkan. Dikutip dari Channel News Asia, setelah pemberitaan media massa Indonesia mengenai penamaan KRI Usman Harun, Menteri Luar Negeri Singapura, K Shanmugam, menyampaikan keberatannya kepada Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa. Menurut Shanmugam, penamaan ini akan melukai perasaan rakyat Singapura, terutama keluarga korban dalam peristiwa pengeboman MacDonald House di Orchard Road, Singapura pada tahun 1965 lalu. Usman Harun diambil dari nama dua anggota KKO (Komando Korps Operasi, sekarang Marinir), Usman dan Harun Said yang mengebom MacDonald House di Orchrad Road yang menewaskan tiga orang pada masa konfrontasi dengan Malaysia, pada 1965. Keduanya dieksekusi di Singapura pada 17 Oktober 1968. Namun, begitu tiba di Tanah Air, keduanya dielu-elukan sebagai pahlawan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Untuk menghormati jasa ketiganya, TNI AL memakai nama mereka untuk menamai kapal barunya....