Waspada, Gempa Kebumen Bisa Memicu Gempa Lebih Besar...

Gempa bermagnitud 6,5 yang terjadi di Kebumen pada Sabtu (25/1/2014) dan dirasakan di banyak wilayah Jawa berpotensi memicu gempa yang lebih besar. Hal tersebut dikatakan oleh pakar tektonik Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, kepada Kompas.com hari ini. Umumnya, setelah sebuah gempa cukup besar terjadi, para pakar tektonik dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan memperingatkan potensi adanya gempa susulan. Namun, dalam kasus gempa Kebumen kali ini, peringatannya bukan hanya gempa susulan tetapi juga gempa yang terpicu (triggerred earthquake/event). Gempa susulan selalu memiliki magnitud lebih kecil dari gempa utama. Namun, tidak dengan gempa yang terpicu. “Bisa memiliki magnitud yang lebih besar dari gempa sebelumnya,” kata Irwan yang merupakan doktor di bidang geofisika dari Nagoya University, Jepang, itu. Irwan menuturkan, potensi adanya gempa terpicu terkait dengan lokasi gempa yang berdekatan dengan wilayah palung Jawa. Gempa berpusat di wilayah 40 kilometer dari garis pantai dan pada kedalaman 88 km, di area yang disebut zona Benioff. “Gempa yang terpicu mungkin terjadi mengingat di bagian dekat trench (palung) aktivitas kegempaannya memang sedikit,” jelas Irwan. Irwan menjelaskan, gempa yang terpicu bisa terjadi di segmen sebelah segmen gempa penyebab gempa yang terjadi pada pukul 12.14 WIB siang ini. Bisa dirasakan pula oleh wilayah yang luas. Irwan menambahkan, “gempa yang terpicu juga bisa terjadi di kedalaman yang lebih dangkal dari siang tadi.” Sejauh ini, telah terjadi enam gempa setelah gempa utama Kebumen. Gempa terakhir terjadi pada pukul 15.39 WIB dengan magnitud 4,2. Irwan menuturkan, enam gempa yang terjadi itu adalah gempa susulan, bukan gempa yang terpicu. Ia mengatakan, masih perlu diwaspadai kemungkinan adanya gempa yang terpicu....

Penyelamatan 70 Anak TK Jelang Subuh, Sharon Kangen Mama…...

Terjebak banjir. Tak makan dari pagi sampai malam. Harap-harap cemas mendapatkan pertolongan. MENJELANG tengah malam, wartawan Tribun Manado mendapat kabar puluhan anak TK Providensia Dendengan Dalam Manado masih berada di lantai atas taman pendidikan itu. Mereka terjebak banjir. Wartawan Tribun Manado, Charles Komaling, Yudith Rondonuwu dan Kevrent Sumurung pun langsung menginisiasi menjangkau mereka dengan bantuan makanan. Aksi spontanitas penggalangan dana di redaksi pun dilangsungkan. Begitu uang terkumpul, di tengah hujan lebat, ketiga wartawan itu meluncur mencari makanan dan minuman untuk dibawa ke anak-anak TK itu. Ketika jarum jam menunjuk 02.00 Wita, dan hari telah berganti Kamis (16/1), ketiga wartawan itu bersama regu penyelamat Forum Komunikasi Pencinta Alam (FKPA) dan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sulut berusaha menjangkau lokasi. Banjir masih setinggi pinggang orang dewasa, padahal sudah menjelang Subuh. Setelah berjalan kaki, rombingan kemudian naik perahu karet untuk mencapai bangunan taman kanak-kanak itu. Hanya ada satu perahu karet. Sebenarnya ada dua, tapi satu perahu karet seharga Rp 32 juta itu robek beberapa jam sebelumnya. “Rusak tak bisa dipakai lagi, karena seng atau mungkin benda tajam saat menolong korban darurat di atas atap beberapa rumah warga di daerah Perkamil,” ungkap Steven Sumolang, anggota tim. Memang Subuh yang mencekam.  Tidak ada penerangan, satu‑satunya pengarah jalan hanyalah senter kecil dari helm seorang relawan. Listrik mati total. Pembicaraan sekitar 15 menit dengan Tim SAR tentang perjuangan evekuasi yang berisiko nyawa di daerah Malendeng dan Perkamil begitu menggema. Dan itu hanya suara kami yang terdengar hingga tiba di lokasi. Harus jalan sekitar 30 meter lagi untuk sampai ke gedung TK itu. Lumpur setinggi lutut pun menemani sepanjang jalan. Bukan hanya langkah kaki yang diperhatikan tapi juga posisi kepala karena kabel listrik membentang di mana‑mana. Lalu rombongan memanjat dua lantai, barulah terdengar suara anak‑anak. Gelap gulita. Satu‑satunya sumber cahaya hanya dari...

Ariel Sharon Dies

Ariel Sharon, the trailblazing former Israeli general and prime minister who was in a coma for eight years after he had a stroke at the height of his power, died on Saturday aged 85, his family and the government said. Sharon’s son Gilad announced the death at the hospital where his father had been treated. Doctors there had predicted his imminent death after his health declined sharply last week. Ministers in Israel’s right-wing government, and the political opposition, mourned a tough and wily leader who left big footprints on the region through military invasion, Jewish settlement building on captured land and a shock, unilateral decision to pull Israeli troops and settlers out of the Gaza Strip in 2005. “The nation of Israel has today lost a dear man, a great leader and a bold warrior,” Strategic Affairs Minister Yuval Steinitz said in a statement. There was no immediate comment on the death from Palestinian President Mahmoud Abbas, with whom Sharon’s Likud party successor, Prime Minister Benjamin Netanyahu, has been holding U.S.-sponsored peace talks. But in Gaza, the Hamas Islamists whose political fortunes rose with the Israeli withdrawal savored Sharon’s demise. “We have become more confident in victory with the departure of this tyrant,” said Hamas spokesman Sami Abu Zurhi, whose movement preaches the destruction of the Jewish state. “Our people today feel extreme happiness at the death and departure of this criminal whose hands were smeared with the blood of our people and the blood of our leaders here and in exile.”...

Rare Earth Diburu Jepang dan Korea, Jadi Limbah di Indonesia...

Jakarta -Industri negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan memburu turunan logam yakni tanah jarang (rare earth) untuk elektronik hingga pesawat tempur. Padahal di Indonesia logam ini dianggap sebagai limbah dan tidak termanfaatkan. “Rare earth itu dari sisa tambang timah yang selama ini nggak kita manfaatkan. Batan telah bergerak. Itu jumlahnya kecil. Itulah mineral tanah jarang tapi harga tinggi. 3 tahun lalu China bilang, saya punya rare earth banyak tapi nggak mau jual. Korea yang padat teknologi tingkat tinggi dan Jepang itu kelabakan,” kata Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Mineral BPPT Yudi Prabangkara pada acara diskusi tambang di Kantor Pusat BPPT Thamrin Jakarta, Jumat (10/1/2014). Potensi logam tanah jarang yang banyak ditemui di Indonesia dan dapat memenuhi kebutuhan industri negara maju seperti Jepang dan Korsel. “Potensi itu ada di Indonesia dan mulai kita kembangkan,” jelasnya. Kepala Bidang Teknologi Pengolahan dan Teknologi Ekonomi Mineral BPPT Abdul Hafis di tempat yang sama menjelaskan, logam tanah jarang selain untuk industri elektronik juga sangat diperlukan untuk industri pertahanan seperti untuk komponen di dalam radar hingga pesawat tempur. “Untuk industri pertahanan seperti peralatan pesawat tempur dan radar. Di handphone (ponsel) ada logam tanah jarang. Itu seperti vitamin, sedikit tapi harus ada,” sebutnya. Selain diperlukan untuk industri di luar negeri. Logam tanah jarang diperlukan juga mendukung pengembangan mobil listrik nasional karena komponen pada baterai mobil listrik mengandung logam tanah jarang, namun masih diimpor. “Pasarnya besar sekali di industri katalis masa depan. Kita juga kembangkan mobil listrik, kita butuh baterai sampai sekarang ukurannya yang besar. Itu logamnya lithium, itu di dalamnya masuk kelompok logam langka,” teranngya, Hafis menjelaskan, secara kompotensi, tenaga ahli Indonesia mampu mengolah bahan tambang menjadi logam tanah jarang. “Kita mulai kembangkan. Sebenarnya kemampuan tenaga ahli, sudah kita miliki di Batan. Masalahnya dorongan kebijakan pemerintah diperlukan untuk dorongan...

Viva La Revolucion! Tampil di Publik, Fidel Castro Kejutkan Kuba...

Havana – Warga Havana, Kuba, dikejutkan dengan kehadiran mantan pemimpinnya, Fidel Castro, dalam acara pembukaan sebuah studio seni di ibu kota negeri itu. Kehadiran pria berusia 87 tahun ini langsung disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari warga dan seniman yang hadir di sana. Dilaporkan kantor berita Xinhua, Castro tiba pada jam 9 lebih waktu setempat. Acara yang berlangsung pada Rabu, 8 Januari 2014 kemarin ini sontak saja menjadi lebih meriah dari yang diperkirakan sebelumnya. Mantan pemimpin Kuba ini mengunjungi galeri serta melihat-lihat koleksi patung dan lukisan yang dipamerkan, termasuk karya pelukis Wifredo Lam. Kehadiran mengejutkan Castro dalam pembukaan studio ini bertepatan dengan ulang tahun ke-55 kemenangan Castro di Havana, ibu kota Kuba, setelah menggulingkan diktator Fulgencio. Pada 2006, Castro terpaksa mundur dari kepemimpinannya yang ia jabat sejak tahun 1976 lantaran menderita penyakit usus yang serius.  Ia secara resmi digantikan oleh adiknya Raul Castro pada 2008....