Di Timur Matahari Dec28

Di Timur Matahari

Pagi itu seperti pagi hari biasanya. Matahari terbit di timur menyinari pulau ini. Papua, pulau paling timur dari Indonesia, dimana cahaya matahari selalu meneranginya terlebih dahulu. Namun, tidak bagi Mazmur, Thomas dan teman-temannya. Pagi itu mereka masih menunggu kedatangan cahaya itu, cahaya yang akan menerangi mereka dari gelapnya kebodohan, tapi seperti hari-hari yang telah berlalu cahaya itu tak kunjung datang… GURU! Mazmur setiap hari selalu menunggu kedatangan guru pengganti di sebuah lapangan terbang tua, satu-satunya penghubung kampung itu dari kehidupan diluar sana, kampung mereka berada di daerah pegunungan tengah Papua, daerah yang cukup sulit untuk dijangkau. Pagi itu ia memandang penuh harap kelangit, semoga hari itu ada pesawat yang datang dan membawa guru pengganti karena sudah 6 bulan tak ada guru yang mengajar, setelah Mazmur melempar pandangannya kepada Bapak Yakob, seorang pria berumur yang masih menjaga tradisi, dan dari Bapak Yakob, Mazmur tahu guru tidak juga datang. Diapun berlari kesekolah dan memberi kabar kepada teman-temannya, Thomas, Yokim, Agnes dan Suryani yang dengan setia selalu menunggu kabar itu. “Guru pengganti belum datang, kita menyanyi saja”. Kembali kalimat itu yang keluar dari mulut Mazmur. Karena guru tidak pernah datang akhirnya ke lima anak ini mencari pelajaran di alam dan lingkungan sekitar. Lewat pendeta Samuel, ibu dokter Fatimah, om Ucok dan om Jolex mereka mendapatkan banyak pengetahuan. Namun sebuah kejadian mengubah semua itu, Ayah Mazmur terbunuh oleh Joseph, ayah dari Agnes, dan paman dari Yokim dan Suryani. Pertikaian antar kampung tak bisa dihindari. Kabar kematian Blasius ayah Mazmur sampai kepada Michael, adik dari Blasius yang sejak kecil diambil oleh mama Jawa yang tinggal dan belajar di Jakarta, Michael terpukul mendengar itu, bersama Vina istrinya, dia memutuskan untuk kembali ke Papua dan mencoba menyelesaikan permasalahan ini. Namun tidak segampang yang dipikirkannya, karena adik bungsunya Alex menentang semua pemikiran...

Daan Mogot Dec14

Daan Mogot

Pemuda kelahiran Manado, 28 Desember 1928 ini dibawa oleh kedua orang tuanya ke Batavia (Jakarta) saat berumur 11 tahun. Daan Mogot adalah anak dari pasangan Nicolaas Mogot dan Emilia Inkiriwang. Ayahnya ketika itu adalah Hukum Besar Ratahan. Ia anak kelima dari tujuh bersaudara. Saudara sepupunya antara lain Kolonel Alex E. Kawilarang (Panglima Siliwangi, serta Panglima Besar Permesta) dan Irjen. Pol. A. Gordon Mogot (mantan Kapolda Sulut). Di Batavia, ayahnya diangkat menjadi anggota VOLKSRAAD (Dewan Rakyat masa Hindia-Belanda). Kemudian ayahnya diangkat sebagai Kepala Penjara Cipinang. Di umur 14 tahun (tahun 1942) Daan Mogot masuk PETA (Pembela Tanah Air) yaitu organisasi militer pribumi bentukan Jepang di Jawa, walaupaun sebenarnya ia tak memenuhi syarat karena usianya belum genap 18 tahun. Oleh prestasinya yang luar biasa ia diangkat menjadi pelatih PETA di Bali. Kemudian dipindahkan ke Batavia. Saat kejatuhan Jepang dan selepas Proklamasi 1945, Daan Mogot bergabung dengan pemuda lainnya mempertahankan kemerdekaan dan menjadi salah seorang tokoh pemimpin Barisan Keamanan Rakyat (BKR) dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan pangkat Mayor. Uniknya saat itu Daan Mogot baru berusia 16 tahun namun sudah berpangkat Mayor. Malang tak dapat ditolak, saat ia berjuang membela negeri ini, ayahnya tewas dibunuh oleh para perampok yang menganggap “orang Manado” (orang Minahasa) sebagai londoh-londoh (antek-antek) Belanda. Kesedihannya itu ia sampaikan pada sepupunya Alex Kawilarang. “Banyak benar anarki terjadi di sini,” kata Alex Kawilarang. “Memang, itu yang mesti torang bereskan. Oleh karena itu, senjata harus berada di torang pe tangan” kata Daan Mogot. “Torang, orang Manado, jangan berbuat yang bukan-bukan. Awas, hati-hati! Torang musti benar-benar menunjukkan, di pihak mana kita berada.” Daan Mogot berkeinginan mencurahkan pengetahuannya, apa yang dulu didapatkannya saat masih dibawah PETA. Ia ingin mendidik para pemuda yang mau menjadi tentara. Dan keinginan besarnya itu akhirnya terwujud dengan berdirinya Akademi Milter di Tangerang 18...

Selamatkan Suku Anak Dalam!...

Warga Suku Anak Dalam: Kami Diancam Dibunuh Bila Tidak Tinggalkan Kampung Sejak tanggal 7 Desember lalu, PT. Asiatic Persada (anak perusahaan Wilmar Grup asal Malaysia) terus mengusir paksa warga Suku Anak Dalam di tiga kampung di Jambi, yakni Padang Salak, Pinang Tinggi, dan Tanah Menang. Menurut Damayanti, salah seorang warga SAD di Pinang Tinggi, proses pengusiran paksa itu diwarnai dengan penghancuran pemukiman warga, penghancuran rumah-rumah warga, perampasan harta benda, dan ancaman pembunuhan. “Kami diancam mau dibunuh kalau tidak tinggal kampung. Mereka mencincang-cincang ternak kami, lantas mereka bilang, kalau berani melawan akan dibegitukan,” ungkap Damayanti. Karena diancam mau dibunuh, kata Damayanti, warga pun tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya menangis histeris ketika rumah mereka diratakan dengan tanah. Tak hanya itu, ternak warga dibantai dengan rentetan tembakan oleh TNI dan Brimob. Ironisnya lagi, ungkap Damayanti, para penggusur yang terdiri dari TNI, Brimob, dan security PT. Asiatic merampas harta benda milik warga SAD, seperti ponsel, beras, dompet, tabungan, ayam, kambing, dan ternak lainnya. Damayanti juga mengungkapkan, karena harta benda warga dijarah, banyak warga SAD yang belum makan sejak penggusuran dimulai. “Kami kelaparan karena harta benda kami habis. Tidak ada lagi uang untuk membeli kebutuhan hidup. Ternak-ternak kami dirampas atau dibantai,” ungkapnya. Hal senada juga diungkapkan Yelbi, warga SAD dari dusun Pinang Tinggi. Menurut Yelbi, ketika penggusuran berlangsung, warga tidak diberi kesempatan menyelamatkan harta bendanya. Malahan, kata dia, security PT. Asiatic begitu leluasa menjarah harta benda milik warga. “Uang saya di dalam rumah tersimpan di dalam tas sebanyak Rp 2,5 juta juga diambil. Ketika saya minta uang saya, mereka (security PT. Asiatic) meletakkan samurai di batang leher saya,” katanya. Lebih parah lagi, kata Welby, tanaman-tanaman peliharaan warga juga turut dibabat dengan parang oleh security PT. Asiatic. “tanaman seperti ubi, cabai, pohong pisang, Labu, tomat, dan lain-lain habis semua...

Langit Indonesia Malam Ini Dihiasi Bola Api...

Langit Indonesia pada Jumat (13/12/2013) malam ini bakal dihiasi bola api. Bila cuaca cerah, warga Indonesia bisa melihat bola-bola api tersebut. Bola api itu adalah wujud dari hujan meteor Geminid. Hujan meteor ini akan menjadi hujan meteor terakhir sepanjang tahun 2013. Menurut situs astronomi Langitselatan.com, Rabu (11/12/2013), hujan meteor Geminid sebenarnya sudah berlangsung sejak 4 Desember 2013 lalu. Namun, fenomena astronomi itu baru memuncak pada Jumat (13/12/2013) hingga Sabtu (14/12/2013) besok. Selama hujan meteor Geminid berlangsung, sejumlah 120 meteor bisa disaksikan setiap jamnya. Meteor Geminid bergerak dengan kecepatan menengah, 35 km per detik, jadi mudah dikenali. Asal mula meteor Geminid adalah dari asteroid 3200 Pantheon. Asteroid yang sudah “mati” itu meninggalkan debris batuan. Ketika Bumi melewati wilayah debris batuan, atmosfer Bumi akan membakar debris itu, memunculkan fenomena hujan meteor. Nama Geminid sendiri diambil dari nama rasi bintang Gemini, tempat meteor-meteor tersebut seolah-olah berasal. Langitselatan.com menyarankan untuk mengamati hujan meteor Geminid pada dini hari. Petang hingga malam, akan ada cahaya Bulan yang bakal mengganggu pengamatan. Namun, waktu petang hingga tengah malam bisa dimanfaatkan untuk mengamati benda langit lain, seperti Venus yang terbenam pukul 20.36 WIB dan Jupiter yang terbit pukul 19.49 WIB. Sekali lagi, hujan meteor dan benda langit itu hanya bisa terlihat bila cuaca cerah. Cari tempat lapang dan gelap untuk mengamatinya....

Tentang Baterei 2

Hubungan Serial atau Paralel Baterei dan Pengaruhnya Terhadap Ampere dan Voltase Rumusnya agar mudah dihafal adalah “PASV” atau Paralel Ampere Serial Voltage, artinya : Kalau hubungan Paralel maka : Ampere yang bertambah (dan Voltage tetap) Kalau hubungan Serial maka : Voltage yang bertambah (dan Ampere tetap) Salah satu contoh review test baterei Lithium-ion, klik disini Untuk merk – merk batere NiMH yang saat ini paling umum beredar dari Sanyo dengan brand eneloop, eneloop xxx, eneloop 1500x dan dari Maha dengan brand Powerex, Imedion. Sanyo ini dulu mempelopori batere LSD (Low Self Discharge) pertama dengan brand eneloop dimana pada waktu itu sangat sering terjadi komplain untuk batere seri 2500mAH dan 2700 mAH disebabkan batere baru saja dicharge dan dalam hitungan 1-2 minggu kapasitas batere sudah drop banyak. (baik merk Sanyo maupun Maha). LSD (Low Self Discharge) ini berarti dalam keadaan pasif sekalipun, kapasitas batere itu tidak akan habis dengan cepat dimana klaim eneloop dan imedion adalah 75-85% masih ada isinya sesudah 6-12 bulan. Setelah inovasi LSD, sekarang ini Sanyo mulai mempelopori Sanyo 1500x dimana number of recycle itu mencapai hingga 3 kali lipat dari normalnya (biasanya 500x) sehingga secara perhitungan ekonomis, maka batere ini jauh lebih ekonomis jikalau sering dipergunakan tiap hari, terutama dengan perbedaan harga yang tidak begitu jauh. Self Discharge Rate Self Discharge Rate adalah fenomena proses dalam baterai di mana reaksi kimia internal mampu mengurangi muatan yang tersimpan dalam baterai meskipun tanpa koneksi antara elektroda. Lebih lengkapnya silahkan klik disini. Self-discharge rate batere lithium-ion rechargeable pada suhu penyimpanan : 8% pada 21 °C 15% pada 40 °C 31% pada 60 °C (per bulan) Sedangkan NiMH (info di klik disini) Sisa kapasitas setelah berapa bulan : 90% 6 bulan 85% 12 bulan 80% 24 bulan 75% 36 bulan Sedangkan Maha Imedion hanya memberikan data 85% sesudah 1 tahun penyimpanan. ./Lanjut ke post 3...