Happy Milad Ke-35 FKPPI…! Sep12

Happy Milad Ke-35 FKPPI…!

Alkisah 34 tahun yang lalu, pada saat PEPABRI melakukan Munas ke VII tanggal 20 Juni 1977 di Asrama Haji Bukit Duri Jakarta Selatan, ada 7 sahabat yang merupakan anak dari anggota PEPABRI (pensiunan TNI-POLRI jaman itu) berkeinginan membentuk satu wadah pembinaan anak-anak pensiunan ABRI. Mereka ini adalah: Surya Paloh J.P. Yoseano Waas Tjokro Supriyanto Karel S. Waas Wisnu Batubara Haribowo. Agus Santoso Setelah melewati proses dan diskusi panjang maka disepakatilah untuk diberi nama  Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) yang diumumkan dan disahkan pada tanggal 12 September 1978 saat ulang tahun PEPABRI di Gedung Wanita Nyi Ageng Serang Kuningan Jakarta. Saat Munas III di Magelang tanggal 10-13 November 1987 kepanjangan FKPPI yang awalnya Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia, berubah menjadi Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri ABRI. Pada tanggal 12 September 1995 diadakan Musyawarah Luar Biasa (Muslub) dalam rangka memutuskan langkah-langkah taktis pemetaan anggota FKPPI Salah satu langkah penting dalam Muslub tersebut adalah merubah nama FKPPI menjadi Generasi Muda FKPPI (GM-FKPPI) dan pada saat yang bersamaan dibentuklah wadah baru yang bernama FKPPI sebagai wadah berhimpun bagi anggota FKPPI yang berusia 40 tahun keatas yang dideklarasikan pada saat peringatan HUT FKPPI ke-17 pada tanggal 12 September 1995 di Balai Sidang Senayan Jakarta. Kedua organisasi ini mempunyai lambang yang berbeda dan AD/ART yang berbeda pula, namun dilahirkan dari sumber yang sama dengan tujuan yg sama. Hanya perbedaan usia anggotalah yang membedakannya. Walhasil “Selamat Milad, Jangan Lupa Sejarah dan Jaya...

Kala Harrison Ford Semprot Menhut Zulkifli Hasan...

“Betul, Dia Keras,” Kata Zulkifli Aktor ternama Hollywood, Harrison Ford marah-marah kepada Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan. Apa sebabnya? Peristiwa itu terjadi saat pemeran utama film Indiana Jones itu berkunjung ke kantor Menteri Zulkifli, Senin 9 September 2013. Maksud kedatangannya adalah untuk mewawancarai Menteri dalam rangka pembuatan film dokumenter tentang lingkungan hidup, Years of Living Dangerously. Seperti dikutip AsiaOne, Ford menanyakan Menhut soal kondisi hutan di Palangkaraya, Kalimantan, dan Riau. Ford sudah mengunjungi Taman Nasional Tesso Nilo di Riau dan mendapati penggundulan hutan di sana. Menurutnya, deforestrasi di Indonesia telah berkontribusi terhadap pemanasan global. Ia lantas bertanya kepada Menhut kenapa pelaku deforestrasi tidak diseret ke pengadilan. Karena dia sangat ingin melihat para pelaku penebang hutan ditangkap dan diadili di pengadilan. Diketahui, Ford merupakan aktivis lingkungan hidup. Dia menjadi wakil ketua LSM lingkungan, Conservation International. Menteri Zulkifli sulit memberikan memberi penjelasan kepada Ford soal berbagai upaya pemerintah Indonesia dalam menangani masalah lingkungan itu. Merasa tak mendapat jawaban yang pas, Ford pun marah. “Dia sangat emosional. Selama wawancara dia marah-marah. Saya mengerti, dia mencintai binatang, lingkungan hidup, hutan, tapi…,” Zulkifli tak melanjutkan kalimatnya. “Waktu wawancara sangat terbatas. Saya hanya diberi kesempatan memberi satu atau dua komentar.” Namun Zulkifli menilai, kemarahan Ford sebagai suatu hal yang wajar. Karena sebagai aktivis lingkungan hidup, Ford telah melihat langsung keadaan hutan di Indonesia yang rusak dan memperihatinkan. Menhut mengatakan sudah berupaya menjelaskan kepada Ford bahwa pelaku perusakan hutan di Indonesia harus ditangani secara bertahap. Zulkifli menyesalkan, karena semestinya dia diberi waktu untuk mendiskusikan terlebih dahulu materi yang akan dibahas sebelum diwawancarai Ford. Wawancara yang berlangsung di ruang kerja Menteri itu, kata Zulkifli, berlangsung selama 3,5 jam. Pertemuan dimulai pukul 12.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Wawancara penuh sebagai bagian dari pembuatan film berlangsung sekitar dua jam. Sedangkan sisanya dimanfaatkan...

Adzan, Antara Suryadharma Ali dan Justin Bieber...

Menteri Agama Ngambek Pidatonya Terpotong Adzan Tasikmalaya – Raut muka Menteri Agama Suryadharma Ali berubah seketika saat dia sedang berpidato di Masjid Agung Bojong Koneng, Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 2 September 2013. Penyebabnya, muazin masjid agung tiba-tiba saja mengumandangkan azan salat zuhur. Menteri yang terlihat kesal langsung menghentikan pidatonya selama azan berkumandang.Setelah azan selesai, Suryadharma buru-buru menutup pidatonya. Dia bergegas meninggalkan masjid agung. Bahkan Suryadharma batal meletakkan batu pertama pembangunan Islamic Center Tasikmalaya.Kunjungan Suryadharma ke Tasikmalaya hari ini untuk memberikan bantuan permodalan kepada umat Islam setempat. Dikonfirmasi mengenai peristiwa itu, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, yang mendampingi Menteri, menjelaskan, protokol pemerintah daerah tidak menyuruh muazin untuk azan dulu, meskipun waktu azan sudah tiba. “Dari kami (protokol pemda) sudah minta ditahan karena Pak Menteri masih pidato, tapi dia menyatakan (yang nyuruh) dari protokol Jakarta (Kementerian Agama). Kalau sudah dari Jakarta, tidak bisa menahan, silakan,” kata Uu seusai acara. Ternyata, Uu melanjutkan, yang menyuruh muazin untuk azan bukan protokol Kementerian, melainkan protokol Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang juga mendampingi Suryadharma. Menurut dia, mungkin protokol Baznas tidak memahami urusan protokol. “(Menteri) barusan nanya siapa Dewan Kesejahteraan Masjid, ya, mentoknya ke saya sebagai bupati. Saya juga heran kenapa dari Baznas bisa suruh-suruh,” Uu mengeluhkan.Menurut Bupati Uu, telat azan atau salat dalam aturan tidak berdosa. Bahkan ada hadis yang menyatakan seorang muslim harus menghormati tamu, sekalipun mereka dari golongan kafir. “Apalagi tamu itu muslim, menteri lagi,” kata Uu.Dia mengatakan sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Agama. Menteri pun, kata Uu, memahaminya. “Saya sudah sampaikan kepada orang yang menyuruh muazin untuk azan agar jangan begitu lagi sebab ini wilayah saya. Saya yang bertanggung jawab terhadap acara ini,” ucapnya. Source Justin Bieber Hentikan Konser Saat Adzan JAKARTA—Justin Bieber menghentikan konsernya di Istanbul, Turki, ketika azan berkumandang untuk menghormati umat Muslim di negara tersebut. Menurut laporan E! Online,...

CPR

Langkah-langkah untuk memberikan CPR (nafas buatan), yaitu: Cek bahaya dan keselamatan (Danger/safety) Sebelum melakukan pertolongan pastikan korban berada di tempat yang aman dan terhindar dari bahaya. Cek respons (Response) Ketahui apakah korban masih sadar atau tidak. Caranya dengan menepuk-nepuk pundak orang sambil berteriak dengan suara yang keras. Misalnya ”Mbak, bisa dengar suara saya!”. Jika tidak ada respons dari pasien, maka segera hubungi ambulance atau petugas medis. Buka jalur pernapasan (Airway) Sambil menunggu petugas medis datang, orang terdekat bisa membuka jalur pernapasan dengan cara tangan kiri memegang dahi sambil ditarik ke belakang dan tangan kanan menarik dagu ke bawah. Dekatkan telinga ke pasien sambil melihat, mendengar dan merasakan ada napas atau tidak selama 5 sampai 10 detik. Berikan napas buatan (Breaths) Jika tidak ada napas maka berikan napas buatan dengan cara menutup hidung dan meniupkan napas dari mulut ke mulut sebanyak 2 kali selama 2 detik. Saat melakukan hal ini mata memperhatikan dada orang tersebut, apakah bergerak atau tidak. Berikan tekanan (Compression) Setelah memberikan 2 kali napas buatan, maka beri tekanan pada bagian dada. Untuk orang dewasa letakkan kedua tangan di tengah-tengah dada sambil ditekan dengan posisi tangan lurus, tapi untuk anak-anak hanya menggunakan satu tangan saja. Tekan sepertiga bagian dada sebanyak 30 kali. Lakukan secara berulang Setelah melakukan 30 kali tekanan, beri napas buatan kembali sebanyak 2 kali lalu tekanan sebanyak 30 kali. Lakukan hal ini selama 2 menit. Cek pernapasannya kembali Jika sudah dilakukan 5 kali set dengan perbandingan 2 napas buatan dan 30 kali tekanan dada (2:30) atau selama 2 menit, maka cek apakah pasien sudah bisa bernapas atau belum. Jika belum maka ulangi kembali perbandingan 2:30 tersebut hingga petugas medis datang. Jika korban sudah bisa bernapas Apabila setelah dua menit pasien bernapas, maka letakkan pada recovery position. Yaitu dalam posisi terlentang...

Ekosistem Danau Toba Mengalami Kerusakan Serius, Peraih Kalpataru Kembalikan Piala ke SBY...

Jakarta- Tiga pegiat lingkungan Danau Toba asal Sumatera Utara yang meraih Kalpataru dan Wana Lestari Berencana akan mengembalikan penghargaan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Ketiga pegiat itu yaitu Marandus Sirait, Wilmar Eliaser Simanjorang dan Hasoloan Manik. Ketiganya akan mengembalikan penghargaan itu karena pemerintah di berbagai tingkatan tidak memberikan dukungan lebih lanjut untuk pelestarian alam, salah satunya hutan yang berada di wilayah Samosir dan Toba Samosir yang telah berkurang, menyusul beroprasinya kembali perusahaan bubur kertas yang membutuhkan kayu dari alam di wilayah Danau Toba tersebut. “Penghargaan-penghargaan yang kami terima tidak sebanding dengan kerusakan yang terjadi akibat kebijak keliru pemerintah. Atas dasar itulah kami akan kembalikan pada hari Selasa 3 September 2013 ke Istana,” kata Hasoloan Manik di Kantor Walhi, Jakarta, Minggu (1/9/2013). Sementara mantan Bupati Samosir Wilmar Simanjorang mengaku, sejak 7 tahun silam berbagai perusahaan mengajukan permohonan Izin Pemanpaatan Kayu (IPK) kepadanya, namun ditolak, lantaran dirinya mengerti manfaat kelestarian lingkungan. “Saya tahu bahwa hutan semakin menipis. Kondisi ekosistem Danau Toba mengalami kerusakan dalam taraf cukup serius. Itu terlihat dari luas tutupan hutan yang terus berkurang dan kualitas air danau yang telah tercemar,” ujar Wilmar. Dia mengaku permaslahan itu pun sudah disampaikannya kepada pejabat setempat dari Bupati hingga Presiden, bahkan para lembaga penegak hukum Kejaksaan Agung dan Mabes Polri. “Kami sudah adukan maslah ini ke Bupati, Presiden SBY, Kementerian LH, Kemenhut, Gubernur Sumut, Kejagung, Mabes Polri, Kapolres Samosir. Menteri LH bilang hentikan itu (penebangan hutan) tapi cuma omong doang,” ujar peraih Kalpataru dan Wanalestari itu. Dia menjelaskan seharusnya dengan Danau Toba telah ditetapkan sebagai kawasan tujuan wisata dan kawasan strategi nasional harus dijaga fungsu kelestariannya. “Kegiatan yang bersifat merusak seperti penebangan hutan harus dihentikan, termasuk pemberian ijin kepada perusahaan-perusahaan yang melakukan pengerusakan lingkungan,” terang dia. Sementara Marandus Sirait mengungkapkan hutan Telle...