Golkar ngedate dengan LDII...

Meskipun ini berita agak kadaluwarsa, tapi masih bisa kita analiasa dua raksasa ini bercumbu dan saling berbelit dalam politik Indonesia. Partai Golkar terus melakukan gerakan politik dengan mengunjungi sejumlah organisasi kemasyarakatan guna menampung  isu-isu strategis, salah satunya dengan mengunjungi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebuah lembaga yang dianggap sesat oleh sebagian besar ulama Indonesia. Hal ini, ucap Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, menjadi penting guna memberikan masukan kepada pemerintah dari berbagai bidang. “Ini politik kebangsaan kita sebagai partai politik yang ada di parlemen ingin menerima berbagai masukan isu. Dimana LDII sebagai pion dakwah, juga memiliki kegiatan keekonomian, lingkungan hidup, ketahanan pangan, dan lain-lain,” ucap Airlangga di kantor DPP LDII, Jakarta, Senin (4/2/2019) malam. Airlangga mengatakan, pihaknya siap menampung aspirasi-aspirasi dari LDII selaku organisasi masyarakat. Dia berencana akan menyampaikannya ke anggota fraksi di DPR maupun yang sedang proses nyaleg. “Kami menyediakan diri untuk menerima aspirasi dari LDII untuk diperjuangkan di parlemen sehingga kader-kader Partai Golkar nanti diminta untuk membawakan aspirasi dari LDII,”...

Mengenal LDII jilid2

Paham keagamaan yang dikembangkan oleh LDII dianggap kontroversial dan meresahkan masyarakat di berbagai daerah, karena dianggap masih mengajarkan paham Darul Hadits / Islam Jama’ah yang telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971 (SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/ 1971 tanggal 29 oktober 1971) Setelah aliran ini dilarang pada tahun 1971, kemudian berganti nama dengan Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI) pada tahun 1972, selanjutnya LEMKARI 1972 tersebut berganti nama lagi dengan Lembaga Karyawan Dakwah Islam pada tahun 1981 yang disingkat juga dengan LEMKARI (1981). Kemudian berganti nama lagi dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada tahun 1990 sampai sekarang. Pergantian nama tersebut dikaitkan dengan upaya pembinaan eks Darul Hadits /Islam Jama’ah yang telah meninggalkan Darul Hadits / Islam Jama’ah yang telah dilarang bedasarkan SK Jaksa Agung RI yang telah disebutkan di atas. Di antara pokok ajaran dan praktek keagamaan mereka ada hal-hal yang dianggap menyimpang dari kemurnian ajaran Islam, 2 terutama yang dianut kaum muslim Indonesia. Atas dasar inilah penulis termotivasi untuk menelusuri hakikat LDII yang tentunya tetap mengedepankan obyektifitas data dan fakta sejarahnya, di samping itu juga menyajikan beberapa pendapat tokoh, wawancara tertutup dengan salah seorang Muballigh, Khotib dan Imam masjid LDII Kota Palembang. Adapun permasalahan yang akan dikemukakan dalam tulisan ini adalah; bagaimana hakekat LDII, sejarah, ajaran pokok dan praktek keagamaannya; yang meliputi asal- usul lahirnya, nama-namanya, perkembangannya, pokok-pokok ajaran dan perilaku sosial keagamaan, serta beberapa Pendapat tokoh tentang LDII. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui hakekat LDII; sejarah munculnya, nama-nama dan perkembangannya, ajaran pokok dan prilaku sosial keagamaan, serta beberapa pendapat tokoh tentang LDII. Dengan demikian diharapkan tulisan ini dapat memberikan informasi yang benar dan sesuai dengan Keberadaan LDII disinyalir mempunyai akar kesejarahan dengan Darul Hadits/Islam Jama’ah yang didirikan oleh H. Nurhasan al-Ubaidah Lubis pada tahun Keberadaan LDII disinyalir mempunyai...

Mengenal LDII

LDII dinyatakan sesat oleh MUI karena penjelmaan dari Islam Jamaah. Ketua Komisi fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) KH Ma’ruf Amin (sekarang Wakil Presiden) menyatakan, Fatwa MUI: LDII sesat. Dalam wawancara dengan Majalah Sabili, KH Ma’ruf Amin menegaskan: Kita sudah mengeluarkan fatwa terbaru pada acara Munas MUI (Juli 2005) yang menyebutkan secara jelas bahwa LDII sesat. Maksudnya, LDII dianggap sebagai penjelamaan dari Islam Jamaah. Itu jelas!” (Sabili, No 21 Th XIII, 4 Mei 2006/ 6 Rabi’ul Akhir 1427, halaman 31). LDII adalah aliran sempalan yang bisa membahayakan aqidah umat, ditegaskan dalam teks pidato Staf Ahli Menhan Bidang Ideologi dan Agama Ir. Soetomo, SA, Mayor Jenderal TNI bahwa “Beberapa contoh aliran sempalan Islam yang bisa membahayakan aqidah Islamiyah, yang telah dilarang seperti: Lemkari, LDII, Darul Hadis, Islam Jama’ah.” (Jakarta 12 Februari 2000, Staf Ahli Menhan Bidang Ideologi dan Agama, Ir. Soetomo, SA, Mayor Jendral TNI). Pelarangan Islam Jama’ah dengan nama apapun dari Jaksa Agung tahun 1971: Surat Keputusan Jaksa Agung RI No: Kep-089/D. A. /10/1971 tentang: Pelarangan terhadap Aliran- Aliran Darul Hadits, Djama’ah jang bersifat/ beradjaran serupa. Menetapkan: Pertama: Melarang aliran Darul Hadits, Djama’ah Qur’an Hadits, Islam Djama’ah, Jajasan Pendidikan Islam Djama’ah (JPID), Jajasan Pondok Peantren Nasional (JAPPENAS), dan aliran-aliran lainnya yang mempunyai sifat dan mempunjai adjaran jang serupa itu di seluruh wilajah Indonesia. Kedua: Melarang semua adjaran aliran-aliran tersebut pada bab pertama dalam keputusan ini jang bertentangan dengan/ menodai adjaran-adjaran Agama. Ketiga: Surat Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan: Djakarta pada tanggal: 29 Oktober 1971, Djaksa Agung R. I. tjap. Ttd (Soegih Arto). Fatwa Majelis Ulama DKI Jakarta: Bahwa ajaran Islam Jama’ah, Darul Hadits (atau apapun nama yang dipakainya) adalah ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya dan penyiarannya itu adalah memancing-mancing timbulnya keresahan yang akan mengganggu kestabilan negara. (Jakarta, 20...

RADIKALISME: ANTARA SURIAH DAN INDONESIA...

Krisis politik dan kemanusiaan yang bermula sejak 2011 telah meluluhlantakkan banyak negara Timur Tengah, seperti Libya, Tunisia, Yaman, dan Suriah. Gerakan propaganda kelompok radikal yang mengatasnamakan revolusi (thaurah) ini sudah berkepanjangan dan gagal memenuhi janji-janji manisnya, berupa keadilan dan kesejahteraan. Gerakan yang dimotori kelompok-kelompok pro-kekerasan ini memang awalnya memikat, karena dibungkus dan disembunyikan di balik kedok-kedok retorik. Media Barat sampai menyebut gerakan mereka sebagai Musim Semi Arab (Arab Spring/al-Rabi’ al-‘Arabi), digambarkan sebagai proses demokratisasi, berlawanan dengan kenyataan yang kemudian tampak, yaitu islamisasi versi khilafah atau khilafatisasi. Berdirilah kemudian khilafah di Suriah, Irak, dan Libya. Ikhwanul Muslimin saat itu memenangkan pemilu di Mesir dan Tunisia. Demi kepentingan sesaat dan ketika sudah terdesak, mereka memang gemar menggunakan slogan-slogan demokrasi, semisal mereka akan mengerek tinggi-tinggi panji kebebasan ketika perbuatan melanggar hukum mereka ditindak, karena yang sedang dilakukan oleh mereka sejatinya adalah membajak demokrasi. Sejak awal mereka meyakini bahwa demokrasi adalah produk kafir, maka kapan saja ada waktu mereka akan menggerusnya. Keberhasilan kelompok radikal dalam membabakbelurkan Timur Tengah menginspirasi kelompok radikal di berbagai belahan dunia lain. Jejaring mereka semakin aktif di Asia, Eropa, Afrika, Amerika sampai Australia, berusaha memperluas kekacauan ke berbagai wilayah, dengan harapan bisa mewujudkan cita-cita utopis mereka; mendirikan khilafah di seluruh muka bumi. Wacana syrianisasi kemudian sampai ke Indonesia, semakin ramai disuarakan pada tahun-tahun belakangan, paling tidak mulai 2016. Banyak pihak mensinyalir ada gerakan-gerakan yang berusaha menjadikan Indonesia jatuh ke dalam krisis sebagaimana menimpa Suriah. Fakta-fakta kemudian bermunculan; banyak pola krisis Suriah yang disalin oleh kelompok radikal, menjadi sebuah gerakan-gerakan di Indonesia. Jaringan-jaringan kelompok radikal di Indonesia juga semakin terang terkoneksi dengan aktor-aktor krisis Suriah. Sebagai contoh Indonesian Humanitarian Relief (IHR), lembaga kemanusiaan yang dipimpin seorang ustaz berinisial BN, yang logistiknya digunakan untuk mendukung Jaysh al-Islam, salah satu kelompok teroris di Suriah. Pola men-Suriah-kan Indonesia...