Enam Bacawali Kota Malang...

MALANG – Pendaftaran bakal calon walikota (Bacawali) dan bakal calon wakil walikota (Bacawawali) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, resmi ditutup, Minggu (24/2/2013) pukul 24.00 WIB. Sejak pendaftaran di KPU dibuka pada Senin (18/2/2013) lalu, ada enam pasangan yang sudah mendaftar. Menariknya, ada dua pasangan Bacawali/Bacawawali dari jalur perseorangan (non Parpol). “Total ada enam pasangan yang sudah mendaftar ke KPU. Hari ini kita akan cek kelengkapan berkas pendaftaran,” tegas Hendry ST MT, Ketua KPU Kota Malang kepada Surya Online, Senin (25/2/2013). Dijadwalkan, enam pasangan Bacawali dan Bacawawali ini akan menjalani tes kesehatan, Selasa (26/2/2013). Tes medis dengan digelar di Rumah Sakir Saiful Anwar (RSSA) dengan melibatkan 10 dokter spesialis. Berikut dia daftar lengkap enam pasangan Bacawali/Bacawawali yang sudah mendaftar ke KPU (nomor urut sesuai waktu pendaftaran) : 1.Dwi Cahyono-Nur Uddin (pasangan perseorangan) 2.Ahmad Mujais-Yunar Mulya (pasangan perseorangan) 3.M.Anton-Sutiaji (Diusung PKB-Partai Gerindra) 4.Heri Pudji Utami-Sofyan Edi Jarwoko (Diusung PAN-Partai Golkar dan partai non parlemen) 5.Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo (Diusung PDI Perjuangan-PDS-PNBK-PSI-PNI-Barnas) 6.Agus Dono Wibawanto-Anton HS (Diusung Partai Demokrat-PKS-Partai Hanura-PKPB)...

M.501 Digandeng IBu Peni S. Untuk Menjadi N-2...

Ir Sofyan Edi Jarwoko. Lahir di Malang, 24 Juli 1967.  Adalah salah satu anggota terbaik UBKM Malang. Dengan Call Sign Medan 501. Bunda HP Gandeng Medan 501 di Pilkada Malang Malang,  Istri Wali Kota Malang Peni Suparto, Heri Pudji Utami, mendadak berganti pasangan dalam pencalonan wali kota yang bakal bertarung pada pemilihan kepala daerah yang digelar Mei mendatang. Kedatangan Heri Pudji Utami yang diantar Peni Suparto ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Kamis (21/2), untuk mendaftar sebagai calon wali kota cukup mengejutkan banyak pihak. Sebab, pasangan calon wakil wali kota yang digandeng bukan Arif Darmawan dari Partai Demokrat yang selama ini sudah menjalin komitmen, namun justru Sofyan Edy Djarwoko yang selama ini diusung Partai Golkar sebagai calon wali kota. Apalagi, keputusan perubahan pasangan tersebut pada detik-detik akhir menjelang pendaftaran sebagai peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke KPU atau sekitar pukul 12.00 WIB. Dewan Pertimbangan DPD partai Golkar Jatim, Soenarjo, yang ikut mengantar pasangan Heri Pudji Utami-Sofyan Edy Djarwoko mendaftarkan diri ke KPU mengatakan dalam politik semua bisa berubah, termasuk keputusan mendadak Partai Golkar yang mendukung Heri Pudji Utami sebagai wali kota. “Dalam politik semua bisa berubah, keputusan ini memang baru diputuskan siang ini dan langusng mendaftar ke KPU,” katanya. Menyinggung kesediaan Golkar menjadi calon wakil wali kota, bukannya calon wali kota, Soenarjo mengatakan bahwa pihaknya harus berpikir realistis dan sosok Heri Pudji dinilai layak memimpin Kota Malang didampingi Golkar dan sejumlah partai lainnya. “Kita harus berpikir realistis, tidak perlu harus jadi wali kota tetapi akhirnya justru kalah. Saya kira keputusan ini bagus, dan kita memang harus memilih pemimpin yang dekat dengan rakyat,” tandasnya. Selain Partai Golkar, pasangan Heri Pudji Utami-Sofyan Edy Djarwoko juga didukung oleh PAN yang sebelumnya juga berkoalisi dengan Partai Demokrat serta sejumlah parpol nonparlemen. Usai menyerahkan berkas-berkas pendaftaran, Heri Pudji...