Budaya Seks Dalam Budaya Priyayi dan Nyai Jawa...

Tidak pagi tidak siang semilir angin tidak pernah lelah menerpa pucuk dedaunan pohon sawo yang konon berjumlah 77 batang di halaman muka Keraton Kasunanan Surakarta itu. Dedaunan melambai pelan bagai menciptakan tarian bedaya yang halus dan sakral di hadapan para bangsawan Jawa sehingga membuahkan kesejukan dan ketenangan. Kali ini ketenangan itu terusik oleh kabar tak sedap. Orang yang duduk di singgasana diduga terlibat skandal seks dengan remaja, usianya belum genap 17 tahun. Masyarakat luar yang masih peduli dengan nasib keraton pun riuh membicarakannya, sesekali mengelus dada, juga geleng kepala. Seks dalam kekuasaan Jawa memang selalu menarik untuk diperbincangkan. Dalam lintasan sejarah Keraton Kasunana Surakarta cerita tersebut mudah diperoleh. Ketika kasus ini menyembul ke permukaan, segera saja pelaku yang tertuduh memperoleh cibiran banyak pihak karena itu dipahami sebagai tindakan yang hanya mengedepankan nafsu birahi, bukan ritual seperti penguasa tempo doeloe. Masyarakat dewasa ini tiada lagi percaya bahwa seks adalah bagian dari simbol kekuasaan dan simbol pusaka sebagaimana yang dikerjakan oleh Kertanegara, Ken Arok, hingga Paku Buwono X. Raja Kertanegara sengaja berhubungan seks sepuas mungkin melalui jalan tantrisme demi mencari jimat atau kekuatan gaib agar negerinya makmur dan rakyat panen raya. Ken Arok juga berjuang mati-matian untuk mengawini Ken Dedes. Dalam organ kelamin perempuan tersebut terpancar cahaya yang dimaknai sebagai sumber kekuatan. Dan, diyakini mampu mengantarkan mantan berandal itu menjadi penguasa yang hebat di bumi Singasari. Seks yang dilakukan para pemegang tahta di zaman itu justru disanjung, dipuja serta dilihat sebagai ritual yang penuh mistik. Hal ini terbukti dengan artefak Candi Sukuh dan Cetho yang begitu vulgar menampilkan alat kelamin yang populer dengan sebutan lingga-yoni sebagai lambang kesuburan. Orang sekarang jika melongok benda di dua candi di wilayah Karanganyar itu mungkin akan menilai secara moral bahwa nenek moyang kita doyan pornografi. Bahkan, dalam tradisi Mataram Islam era Sultan...

RADIKALISME: ANTARA SURIAH DAN INDONESIA...

Krisis politik dan kemanusiaan yang bermula sejak 2011 telah meluluhlantakkan banyak negara Timur Tengah, seperti Libya, Tunisia, Yaman, dan Suriah. Gerakan propaganda kelompok radikal yang mengatasnamakan revolusi (thaurah) ini sudah berkepanjangan dan gagal memenuhi janji-janji manisnya, berupa keadilan dan kesejahteraan. Gerakan yang dimotori kelompok-kelompok pro-kekerasan ini memang awalnya memikat, karena dibungkus dan disembunyikan di balik kedok-kedok retorik. Media Barat sampai menyebut gerakan mereka sebagai Musim Semi Arab (Arab Spring/al-Rabi’ al-‘Arabi), digambarkan sebagai proses demokratisasi, berlawanan dengan kenyataan yang kemudian tampak, yaitu islamisasi versi khilafah atau khilafatisasi. Berdirilah kemudian khilafah di Suriah, Irak, dan Libya. Ikhwanul Muslimin saat itu memenangkan pemilu di Mesir dan Tunisia. Demi kepentingan sesaat dan ketika sudah terdesak, mereka memang gemar menggunakan slogan-slogan demokrasi, semisal mereka akan mengerek tinggi-tinggi panji kebebasan ketika perbuatan melanggar hukum mereka ditindak, karena yang sedang dilakukan oleh mereka sejatinya adalah membajak demokrasi. Sejak awal mereka meyakini bahwa demokrasi adalah produk kafir, maka kapan saja ada waktu mereka akan menggerusnya. Keberhasilan kelompok radikal dalam membabakbelurkan Timur Tengah menginspirasi kelompok radikal di berbagai belahan dunia lain. Jejaring mereka semakin aktif di Asia, Eropa, Afrika, Amerika sampai Australia, berusaha memperluas kekacauan ke berbagai wilayah, dengan harapan bisa mewujudkan cita-cita utopis mereka; mendirikan khilafah di seluruh muka bumi. Wacana syrianisasi kemudian sampai ke Indonesia, semakin ramai disuarakan pada tahun-tahun belakangan, paling tidak mulai 2016. Banyak pihak mensinyalir ada gerakan-gerakan yang berusaha menjadikan Indonesia jatuh ke dalam krisis sebagaimana menimpa Suriah. Fakta-fakta kemudian bermunculan; banyak pola krisis Suriah yang disalin oleh kelompok radikal, menjadi sebuah gerakan-gerakan di Indonesia. Jaringan-jaringan kelompok radikal di Indonesia juga semakin terang terkoneksi dengan aktor-aktor krisis Suriah. Sebagai contoh Indonesian Humanitarian Relief (IHR), lembaga kemanusiaan yang dipimpin seorang ustaz berinisial BN, yang logistiknya digunakan untuk mendukung Jaysh al-Islam, salah satu kelompok teroris di Suriah. Pola men-Suriah-kan Indonesia...

Hutan, Fungsi dan jenisnya Jul04

Hutan, Fungsi dan jenisnya...

Hutan adalah sebuah kawasan yang lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan semacam ini terdapat di seluruh dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan penentu aspek biosfer Bumi yang paling penting. Pohon sendiri adalah tumbuhan tinggi dengan masa hidup bertahun-tahun. Berbeda dengan sayur-sayuran, padi-padian ataupun tanaman pertanian yang hidup semusim saja. Pohon juga berbeda karena secara mencolok memiliki sebatang pokok tegak berkayu yang cukup panjang dan bentuk tajuk (mahkota daun) yang jelas. Macam-macam Hutan Menurut asal: Penggolongan lain menurut asal adalah hutan Primer dan hutan Sekunder. Hutan Primer merupakan hutan yang masih asli dan belum pernah dibuka atau dijamah oleh manusia Biasanya dikenal dengan sebutan hutan perawan. Hutan sekunder adalah hutan yang tumbuh kembali secara alami setelah ditebang atau kerusakan yang cukup luas. Akibatnya, pepohonan di hutan sekunder sering terlihat lebih pendek dan kecil. Namun jika dibiarkan tanpa gangguan untuk waktu yang panjang, kita akan sulit membedakan hutan sekunder dari hutan primer. Di bawah kondisi yang sesuai, hutan sekunder akan dapat pulih menjadi hutan primer setelah berusia ratusan tahun. Berdasarkan Letak Geografisnya: Hutan Tropika, yakni hutan-hutan di daerah khatulistiwa Hutan Temperate, hutan-hutan di daerah empat musim (antara garis lintang 23,5º – 66º). Hutan Boreal, hutan-hutan di daerah lingkar kutub. Berdasarkan Sifat-Sifat Musimannya: Hutan hujan (rainforest), dengan banyak musim hujan. Hutan selalu hijau (evergreen forest). Hutan musim atau hutan gugur daun (deciduous forest). Hutan sabana (savannah forest), di tempat-tempat yang musim kemaraunya panjang. Berdasarkan Ketinggian Tempatnya: Hutan pantai (beach forest). Hutan dataran rendah (lowland forest). Hutan pegunungan bawah (submountain forest). Hutan pegunungan atas (mountain forest). Hutan kabut (mist forest). Hutan elfin (alpine forest). Berdasarkan Keadaan Tanahnya: Hutan rawa air-tawar atau hutan rawa (freshwater swamp forest) Hutan rawa gambut (peat swamp forest) Hutan...

Analisis SWOT Apr28

Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu pekerjaan. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi  pekerjaan dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, di mana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru. Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an       Source:...

Perencanaan strategis Apr26

Perencanaan strategis...

Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini. Berbagai teknik analisis dapat dgunakan dalam proses ini, termasuk analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), PEST (Political, Economic, Social, Technological), atau STEER (Socio-cultural, Technological, Economic, Ecological, Regulatory). Perencanaan Strategis ( Strategic Planning ) adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi pada masa depan, sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja menuju 5 sampai 10 tahun ke depan. Untuk mencapai sebuah strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif, maka para pimpinan perusahaan, manajer operasi, haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis. Kemampuan manufaktur, harus dipergunakan secara tepat, sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi. Untuk mencapai sebuah strategi yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif, maka para pimpinan, manajer operasi, haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis. Kemampuan manufaktur, harus dipergunakan secara tepat, sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi. Perencanaan strategis secara eksplisit berhubungan dengan manajemen perubahan, hal ini telah menjadi hasil penelitian beberapa ahli yakni e.g., Ansoff, 1965; Anthony,1965; Lorange, 1980; Steiner, 1979. Lorange di tahun 1980, menuliskan, bahwa Perencanaan Strategis adalah kegiatan yang mencakup serangkaian proses dari inovasi dan mengubah organisasi, sehingga apabila strategic planning tidak mendukung inovasi dan perubahan, maka itu adalah...

Etika antri vs Pintar matematika Jan05

Etika antri vs Pintar matematika...

Banyaknya generasi korup yang sudah tidak punya rasa malu saat ini jelas bukanlah disebabkan oleh masa kecil koruptor yang kurang bahagia, tapi dikarenakan kurangnya rasa nasionalisme dan disiplin. Seorang guru di Australia pernah berkata: “Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.” “Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya. Inilah jawabannya: Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak. ”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?” ”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;” Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting.. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri) Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian. Anak belajar tabah dan...